Hasto kemudian mengenang pengalamannya saat mendaki Gunung Sanghyang di Bali. Saat itu, kakinya sempat terkilir dan bengkak hanya dalam waktu 30 menit perjalanan. Namun, ia tetap melanjutkan pendakian dengan mengingat semangat perjuangan Bung Karno dan Ibu Mega. Demikian juga saat naik Gunung Agung.
“Bila dibandingkan dengan perjuangan yang dilalui Bung Karno dalam membangun bangsa dan menghadapi berbagai tekanan, energi untuk mendaki Gunung Kerinci tidak sebanding dengan beratnya tantangan yang dihadapi Bung Karno dan Ibu Mega”, ujarnya.
Di lain sisi, sehari sebelumnya saat tiba di kabupaten Kerinci, dirinya disambut kader PDIP di tingkat DPC serta PAC. Hasto dan jajaran PDI Perjuangan dari Jakarta berbincang dengan mereka secara informal.
Hasto juga sempat mendengarkan sejumlah laporan terkait kondisi internal partai hingga berbagai kebutuhan masyarakat setempat. Dari laporan tersebut, dia berpesan kepada para kader agar terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat basis akar rumput.
Selain itu tetap berpegang teguh untuk membumikan ajaran Bung Karno, Pancasila 1 Juni 1945, dan Megawati Soekarnoputri.
“Partai harus turun memperkuat akar rumput. Menghadirkan partai yang betul-betul dicintai oleh rakyat dengan selalu hadir di tengah masyarakat dan memahami setiap persoalan yang mereka hadapi,” kata dia.
Selain itu, Bupati Kerinci Mohammad Noeh menyempatkan diri bertemu dengan Hasto dan mengucapkan terima kasih karena telah memilih Gunung Kerinci sebagai lokasi pendakian. Dia berharap kunjungan tersebut dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Kerinci.
“Terima kasih Pak Hasto memilih Kerinci untuk berdoa bersama untuk negara,” jelas Noeh.
