Hadapi Ancaman Era Digital, Geng Mainan Woody dan Jessie Kembali Lewat Toy Story 5

Pada sekuel kelima ini, Pixar mengangkat isu modern mengenai tantangan para mainan klasik dalam merebut kembali perhatian anak-anak di tengah kepungan gawai dan teknologi digital./Dok. Wikipedia

FAKTANASIONAL.NET — Sukses menemani lintas generasi, waralaba animasi legendaris milik Pixar resmi kembali ke layar lebar melalui sekuel terbarunya, Toy Story 5.

Mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia, film kelima ini siap menyuguhkan konflik yang sangat relevan dengan realitas sosial anak-anak masa kini.

Berbeda dengan sekuel-sekuel sebelumnya yang identik dengan ketakutan mainan akan ditelantarkan atau dibuang karena pemiliknya tumbuh dewasa, Toy Story 5 membawa angin baru.

Kali ini, Woody dan kawan-kawan harus menghadapi krisis eksistensial akibat gempuran teknologi digital dan layar gawai (gadget).

Tergeser oleh Obsesi Layar Tablet Pintar

Cerita berfokus pada kehidupan di kamar Bonnie yang kini telah menginjak usia 8 tahun. Di usia tersebut, Bonnie mulai mengalami kesulitan bersosialisasi di dunia nyata.

Situasi di kamarnya yang semula tenang berubah drastis ketika orang tua Bonnie menghadiahi sebuah tablet pintar canggih bernama Lilypad (diisi suara oleh Greta Lee).

Baca Juga: Sutradara DC James Gunn Puji Habis-habisan Film Baru Joe Taslim, Sebut Sutradaranya Terbaik Saat Ini

Dalam waktu singkat, Bonnie menjadi sangat terobsesi dan menghabiskan sebagian besar waktunya menatap layar tablet. Akibatnya, deretan mainan konvensional kesayangannya mulai terlupakan dan berdebu di sudut kamar.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan, Jessie (Joan Cusack) yang kini memegang kendali kepemimpinan di kamar Bonnie langsung mengambil tindakan.

Konflik sengit pun pecah saat Jessie memprotes Lilypad yang dinilai telah memotong interaksi sosial Bonnie di dunia nyata.

Namun, tablet pintar tersebut justru membalas dengan mengirimkan puluhan permintaan pertemanan virtual ke anak-anak di kelas dansa Bonnie.

Ketika Bonnie kembali dan merasa bahagia dengan kehadiran “sahabat online” barunya, para mainan menyadari bahwa krisis besar sedang mengintai. Rex si dinosaurus bahkan langsung histeris karena didera ketakutan akan ancaman dibuang.