FAKTANASIONAL.NET – Ikatan Alumni Universitas Bung Karno (IKA UBK) mengecam keras tindakan oknum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus ini yang diduga menerima sejumlah uang dari pihak tertentu demi memindahkan lokasi unjuk rasa dari Istana Kepresidenan ke Gedung DPR RI.
Ketua Umum IKA UBK, Indra Guru Roosmono mengemukakan tindakan transaksional tersebut telah merusak nilai-nilai perjuangan gerakan mahasiswa yang seharusnya murni menyuarakan aspirasi rakyat.
“Melihat situasi yang terjadi, saya secara pribadi maupun sebagai Ketua Umum IKA UBK sangat mengecam oknum mahasiswa yang mencederai demokrasi yang sedang digulirkan oleh seluruh mahasiswa Indonesia,” katanya di Jakarta pada Rabu (25/6/2026).
Keprihatinan yang mendalam atas insiden ini dilakukan IKA UBK dengan melakukan konsolidasi menyeluruh dengan pihak rektorat dan pemangku kepentingan terkait guna menyikapi persoalan tersebut.
“Kami juga sudah mendapatkan klarifikasi dari pihak kampus UBK. Kami sangat menyambut positif dan mendukung keputusan tegas yang diambil pihak rektorat,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua BEM Fakultas Hukum (BEM FK UBK), Muhammad Abdimaludin mengakui telah menerima uang sebesar Rp20 juta usai menggelar demonstrasi dan bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada Senin (15/6/2026).
Uang tersebut diduga kuat berkaitan dengan kompensasi pemindahan titik aksi mahasiswa yang diungkapkannya dalam forum klarifikasi internal mahasiswa pada Senin (22/6/2026) malam.
Dalam forum itu, ia merinci a uang Rp20 juta tersebut dibagi kepada tujuh orang yakni dirinya menerima Rp6 juta, sementara sisanya didistribusikan kepada beberapa pengurus BEM dan pihak lain.
