FAKTANASIONAL.NET – Penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi II kini menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kota Singkawang kepada peserta dari berbagai daerah.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memanfaatkan ajang perlombaan se-Kalimantan Barat pada Minggu (5/7/2026) ini untuk mempromosikan daya tarik kotanya.
Kehadiran ribuan tamu yang terdiri dari jajaran atlet dan ofisial ini dinilai dapat memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi sektor jasa lokal.
Pemerintah kota berharap keramahan warga setempat mampu memberikan kenyamanan serta kesan mendalam bagi seluruh kontingen yang datang bertanding.
Tjhai Chui Mie meyakini pengalaman positif selama mengikuti perlombaan akan mendorong para tamu untuk kembali berlibur pada masa mendatang.
“Kami menyambut kehadiran bapak, ibu, dan rekan-rekan sekalian dengan tangan terbuka dan kehangatan khas masyarakat kami. Kami yakin cerita indah ini akan dibawa pulang untuk mengajak saudara dan rekan berkunjung ke Singkawang,” katanya.
Pengenalan potensi pariwisata Kota Singkawang ini sangat sejalan dengan rencana panjang pemerintah daerah dalam mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan domestik.
Selain berdampak baik pada sektor wisata, festival ini juga menjadi ruang apresiasi untuk menghidupkan kembali berbagai olahraga tradisional yang perlahan mulai ditinggalkan.
Pertandingan permainan masa kecil dinilai sangat efektif dalam membangun kembali nilai-nilai kebersamaan dan komunikasi di tengah tuntutan kehidupan modern.
Ajang kompetisi antar wilayah ini juga turut memperkuat semangat inklusivitas karena melibatkan peserta dari berbagai latar belakang fisik tanpa memandang usia.
Acara ini diklaim terbukti mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dari suku, agama, dan budaya yang beragam ke dalam satu arena permainan.
“Melalui event ini, kita tidak hanya dibawa kembali pada masa indah waktu kecil dulu, namun kita juga diajarkan pentingnya inklusivitas, karena olahraga ini benar-benar menyatukan kita dari yang muda sampai yang tua, tanpa melihat apa sukunya, agamanya, dan budayanya,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berakhir pada 12 Juli 2026 ini diharapkan mampu mengangkat identitas daerah sekaligus memaksimalkan potensi pariwisata Kota Singkawang.
Dukungan kolaboratif dari berbagai pihak terus mengalir agar Singkawang mampu menjadi contoh penyelenggara festival olahraga yang berwawasan pariwisata budaya.
(*Red)
