IRAN seperti biasa, kemarin menyerang 3 kapal yang masuk Selat Hormuz, karena tanpa izin dan tanpa kordinasi dengan Iran.
AS kemudian menyerang Pulau Sirik, dan Bandar Abbas. Iran membalas dengan meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Menargetkan 60 titik.
AS lantas mengeluarkan jurus ekonomi, yaitu menunda pencabutan sanksi ekspor minyak Iran, hal ini otomatis membatalkan MoU yang sudah diteken di Swiss beberapa waktu lalu.
Situasi pun kembali memanas, dan kemungkinan Iran akan membalas lebih keras setelah acara pemakaman alm Ayatollah Ali Khamenei, hari ini agenda terakhir pemakaman.
Eskalasi konflik ini akan membawa Iran dan AS kembali ke titik perang jika konfrontasi berlanjut. AS menganggap Iran bersalah jika menyerang kapal di selat Hormuz.
Padahal salah satu butir MoU di Swiss adalah, Selat Hormuz ada dalam kendali Iran dan Iran yang berhak mengatur lalu lintas di selat ini dengan Oman.
IRGC telah mengeluarkan warning, bahwa Selat Hormuz tidak akan diberikan akses kepada siapa pun termasuk AS, kecuali ada koordinasi dengan Iran dan mendapatkan izin.
