Bantah Isu Pendapatan Turun, Menteri UMKM Tegaskan Skema Komisi Ojol 92 Persen Untungkan Driver

Menteri UMKM menegaskan skema potongan komisi aplikator sebesar 8 persen berhasil mendongkrak kesejahteraan pendapatan para mitra pengemudi ojol./Foto: TV Parlemen.

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, memastikan bahwa pendapatan para pengemudi ojek online (ojol) sama sekali tidak mengalami penurunan pasca-diberlakukannya skema baru pembagian komisi.

Skema tersebut menetapkan porsi 92 persen pendapatan untuk driver dan hanya 8 persen komisi untuk pihak aplikator.

Maman menjelaskan, berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan puluhan komunitas serta asosiasi ojol, kebijakan baru ini justru memanen respons yang sangat positif dari para mitra di lapangan.

Ia secara khusus menyoroti isu miring yang sempat beredar di media sosial mengenai potensi penurunan pendapatan setelah porsi komisi pengemudi dinaikkan menjadi 92 persen.

Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan, Maman menegaskan kabar buruk tersebut tidak terbukti.

“Saya telah menanyakan bahwa ada isu dengan komisi mereka ditambahkan 92 persen justru pendapatan malah makin kecil. Kita tanyakan sama mereka, tidak juga,” tegas Maman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: Kredit UMKM Masih Rendah, Menteri Maman Abdurrahman Dorong Evaluasi Perbankan

Maman mengungkapkan, pihaknya telah mengonfirmasi langsung ke sedikitnya 19 komunitas dan asosiasi ojol dari berbagai daerah di Indonesia.

Mayoritas mitra pengemudi menyambut baik kebijakan yang diusung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut karena dirasa jauh lebih adil dan menguntungkan.

Faktor Libur Sekolah Pengaruhi Pesanan

Lebih lanjut, Menteri UMKM memaparkan bahwa apabila ada segelintir pengemudi yang merasakan penurunan pendapatan dalam sepekan terakhir, hal itu bukan disebabkan oleh perubahan regulasi skema komisi.

Maman menilai faktor musiman, seperti siklus tahunan libur sekolah dan libur perkuliahan, menjadi pemicu utama fluktuasi jumlah pesanan (orderan) di lapangan saat ini.

Exit mobile version