Situasi di Gaza juga menjadi perhatian utama dalam pernyataan tersebut. Jerman mendesak Israel untuk tidak membatasi akses kemanusiaan dan mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke wilayah Palestina.
Lebih lanjut, Wadephul menyerukan percepatan upaya untuk membongkar struktur kekuasaan Hamas dan menyerahkan tanggung jawab pemerintahan Gaza secara bertahap kepada otoritas Palestina yang akan dibentuk.
Agresi Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang masif, dengan lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan jutaan orang mengungsi.
Meskipun komunitas internasional telah berulang kali mengecam pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat, pihak Tel Aviv dinilai masih abai terhadap tekanan tersebut.
Jerman pun menegaskan komitmennya untuk meninjau kembali situasi secara berkala guna memastikan upaya perdamaian tetap berjalan meski tantangan di lapangan sangat berat.
Bagi Berlin, solusi di Gaza dan masa depan Tepi Barat sudah tertunda terlalu lama untuk dibiarkan terus berlarut-larut.[dit]
