Namun, kantor resmi senator asal South Carolina tersebut mengklarifikasi bahwa Graham meninggal dunia akibat sakit mendadak. Pemeriksa medis menyatakan penyebab utamanya adalah pecahnya aorta.
Graham dikenal sebagai tokoh “garis keras” dalam kebijakan luar negeri AS. Semasa hidupnya, ia merupakan pendukung utama bantuan militer untuk Ukraina dalam melawan Rusia.
Di Timur Tengah, ia secara vokal mendukung invasi AS ke Irak dan mendorong aksi militer terhadap Iran. Salah satu pernyataan terakhirnya yang menggemparkan adalah ancamannya untuk “meluluhlantakkan” Iran terkait kendali Selat Hormuz.
Kepergian Graham menandai hilangnya salah satu suara paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan geopolitik Amerika Serikat selama dua dekade terakhir.[dit]
