Telkom dan EDB Singapura Jalin Kerja Sama Pengembangan Infrastruktur Digital Rendah Karbon

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan ekosistem teknologi dan infrastruktur digital regional berbasis energi bersih./Dok. Humas Telkom

FAKTANASIONAL.NET — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Economic Development Board (EDB) Singapura melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Strategic Cooperation on Digital Infrastructure.

Kerja sama berskema business-to-business (B2B) ini diarahkan untuk menjajaki pengembangan infrastruktur digital rendah karbon guna mendukung ekosistem teknologi regional.

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama Managing Director Singapore Economic Development Board Jermaine Loy di Jakarta.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari rangkaian kerja sama bilateral yang diumumkan dalam agenda Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital regional dan transisi energi.

Baca Juga: Target Rampung Akhir 2026, Danantara dan BP BUMN Bakal Pangkas 48 Anak Usaha Telkom

Melalui kerja sama ini, infrastruktur digital yang akan dikembangkan bakal memanfaatkan pasokan listrik rendah karbon lintas negara.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi domestik pada rantai nilai infrastruktur digital di tingkat kawasan.

“Kami meyakini bahwa masa depan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi lintas negara yang mampu mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur digital, dan energi bersih secara berkelanjutan,” ujar Dian di Jakarta.

Langkah strategis ini juga mendapat respons positif dari kalangan pelaku investasi nasional.

Managing Director Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja menilai integrasi antara infrastruktur digital, energi hijau, dan konektivitas regional akan meningkatkan daya saing proyek yang dihasilkan serta memberikan nilai pembangunan jangka panjang bagi Indonesia.

Exit mobile version