Melalui pernyataan resminya, pihak Iran menyatakan tidak akan lagi membatasi respons mereka dan siap melancarkan ‘operasi serangan berskala penuh’ jika serangan AS berlanjut selama dua hingga tiga hari ke depan.
Teheran mengecam tindakan AS yang dianggap menargetkan infrastruktur sipil, meski Washington membantah tuduhan tersebut secara tegas.
Dengan posisi yang sama-sama keras, ketegangan ini menandai eskalasi paling serius sejak Maret.
Dunia internasional kini menyoroti potensi meluasnya konflik ini, terutama mengingat keterlibatan langsung Garda Revolusi dalam pertempuran terbaru di Yordania yang memicu korban jiwa bagi pihak Amerika.[dit]
