Selain itu, Satgas Darat diminta terus diperkuat melalui penambahan personel, mobil tangki air, pompa, selang, serta tangki air portabel untuk mempercepat proses pemadaman.
“Yang paling memahami kebutuhan di lapangan adalah jajaran daerah. Karena itu, kebutuhan harus dipetakan secara spesifik agar dukungan dari pemerintah pusat tepat sasaran,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan luas lahan yang terdampak karhutla di Kalimantan Tengah telah mencapai sekitar 3.069,52 hektare. Saat ini, operasi pemadaman dipusatkan di Desa Taruna dan Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.
Penanganan melibatkan personel gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai instansi terkait.
Meski upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif, petugas masih menghadapi tantangan di lapangan akibat perubahan arah angin yang berpotensi memperluas penyebaran api.
Pemerintah berharap sinergi seluruh unsur di lapangan mampu menekan perkembangan karhutla sehingga dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas transportasi dapat diminimalkan.(Van)
