FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memastikan bahwa gelombang musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini belum memberi dampak signifikan terhadap sektor perikanan, pertanian, maupun ketersediaan pangan warga ibu kota.
Kendati kondisi masih terkendali, langkah strategis dan mitigasi teknis terus digencarkan untuk menekan potensi risiko dampaknya.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di seluruh lini produksi dan distribusi.
“Musim kemarau memang menjadi tantangan tersendiri, namun kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar dampaknya dapat diminimalkan. Kami terus memastikan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan di Jakarta tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Optimalisasi Pertanian dan Budidaya Perikanan
Guna menjamin keberlanjutan sektor pertanian, Dinas KPKP saat ini mengelola 14 lokasi kebun bibit seluas 81,4 hektare yang memproduksi rata-rata 74 ribu bibit tanaman produktif per tahun, mulai dari buah-buahan, sayuran, padi, hingga anggrek.
Pengairan di fasilitas ini disokong penuh oleh air waduk serta pompa sumur dalam.
Uniknya, kondisi kering justru membawa dampak positif bagi areal persawahan seluas 220 hektare di Jakarta Utara.
“Sementara itu, lahan sawah yang berada di wilayah Jakarta Utara dengan luas sekitar 220 hektare justru umumnya menghasilkan produksi lebih tinggi pada musim kemarau karena intensitas hujan yang rendah mendukung proses budidaya,” ujarnya.
Sektor perikanan menjadi area yang memerlukan perhatian ekstra. Empat Balai Benih Ikan (BBI) dengan 303 kolam diproyeksikan mengalami penurunan produksi benih dari kondisi normal 410.000–450.000 ekor per bulan menjadi sekitar 380 ribu ekor per bulan akibat menyusutnya pasokan air sungai dan air tanah.
Untuk menjaga kualitas benih, dinas melakukan pemantauan parameter air (suhu, pH, DO, dan amonia) secara berkala, mengurangi kepadatan tebar, menyesuaikan waktu pemberian pakan berkualitas pada pagi/sore hari, serta menerapkan langkah teknis penunjang lainnya.










