Belanja Kesehatan Capai Rp660 Triliun, Menkes: Pemerintah Percepat Penguatan Industri Alat Kesehatan Lokal

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutan saat pembukaan IndoHealthCare Gakeslab 2026 di JIExpo Kemanyoran, Jakarta/Fkn.

Menkes menilai tingginya harga alat kesehatan selama ini tidak hanya dipengaruhi faktor pajak, tetapi juga rantai distribusi yang panjang sehingga menyebabkan biaya menjadi lebih mahal. Karena itu, efisiensi distribusi menjadi salah satu fokus pemerintah agar harga alat kesehatan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain sektor manufaktur, Budi menilai transformasi digital akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri alat kesehatan. Pelaku usaha didorong tidak hanya memproduksi perangkat medis, tetapi juga mengembangkan solusi berbasis artificial intelligence (AI), Hospital Information System (HIS), aplikasi kesehatan, hingga integrasi data melalui platform SATUSEHAT.

“Semua fasilitas kesehatan nantinya harus terkoneksi secara digital. Ini menjadi peluang baru bagi industri untuk mengintegrasikan hardware, software, dan AI ke dalam produknya,” katanya.

Pemerintah juga akan memperkuat pembiayaan kesehatan melalui BPJS Kesehatan serta memperluas program pemeriksaan kesehatan gratis. Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan permintaan berbagai alat skrining, diagnostik, hingga point-of-care testing (POCT), sehingga membuka peluang yang lebih besar bagi produsen alat kesehatan nasional.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan industri kesehatan mampu tumbuh 7–8 persen per tahun, sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta mendukung kenaikan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari sekitar 74 tahun menjadi 76 tahun pada 2029.

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim mengatakan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 menjadi ajang strategis untuk mempertemukan produsen, distributor, regulator, penyedia layanan kesehatan, akademisi, dan investor dalam memperkuat industri alat kesehatan nasional.

Pameran yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 tersebut diikuti 60 perusahaan dari sembilan negara, yakni Indonesia, China, Singapura, Korea Selatan, India, Jepang, Jerman, Malaysia, dan Pakistan.

Selain menampilkan inovasi alat kesehatan, laboratorium, diagnostik, dan teknologi kesehatan digital, pameran juga menghadirkan seminar, workshop, business matching, hosted buyers, serta berbagai program edukasi guna mempercepat transfer teknologi, memperluas kemitraan bisnis, dan meningkatkan daya saing industri alat kesehatan Indonesia.[Sel]

Exit mobile version