Fluktuasi Harga Kebutuhan Pokok, Pemerintah Beri ‘Obat Nyeri’

Ilustrasi kebutuhan pokok masyarakat. Foto: PD Pasar Surya

FAKTANASIONAL.NET – Fluktuasi harga kebutuhan pokok —khususnya beras dan bahan pangan dasar— masih jadi tantangan sosial-ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat. Kritik masyarakat terhadap instansi sektor ekonomi dan pangan terus bermunculan.

Pendekatan jangka pendek seperti operasi pasar, atau impor pangan darurat, memang dapat meredakan gejolak harga sementara. Ibarat obat pereda nyeri.

Namun, tidak mungkin pemerintah terus-menerus menggelar operasi pasar. Pusat penyakitnya yang harus diobati. Bukan pereda nyeri yang sementara.

Masyarakat menuntut solusi struktural yang berkesinambungan: perlindungan terhadap harga jual di tingkat petani, pemangkasan rantai distribusi yang terlalu panjang, serta modernisasi sarana penyimpanan hasil panen.

Keberhasilan pemerintah mengendalikan kestabilan harga kebutuhan pokok secara konsisten merupakan tolok ukur utama dari efektivitas kebijakan ekonomi nasional di mata rakyat.

Komentar Warganet

@arif_pangan_mandiri: “Kebijakan penanganan harga pangan sebaiknya tidak sebatas pemadam kebakaran saat harga melambung tinggi. Kita perlu pembenahan dari hulu: tingkatkan kapasitas gudang penyimpanan dingin (cold storage) nasional dan pastikan porsi keuntungan terbesar masuk ke petani lokal, bukan rantai tengkulak.”

Exit mobile version