Rencana itu mencakup pelucutan seluruh persenjataan di Gaza, mulai dari senjata berat, fasilitas produksi, gudang senjata, terowongan, hingga senjata pribadi. Setelah proses berlangsung, pemerintahan transisi akan menjadi satu-satunya pihak yang memiliki kewenangan atas persenjataan.
Mladenov menjelaskan, penarikan pasukan Israel akan dilakukan secara bertahap setelah pelucutan senjata diverifikasi. Setiap tahap bergantung pada keberhasilan tahap sebelumnya dan ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan, bukan tenggat waktu tertentu.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menolak pendekatan tersebut. Ia menginginkan Hamas dilucuti sepenuhnya sebelum Israel menarik pasukan atau memulai rekonstruksi Gaza.
Perbedaan pandangan mengenai urutan pelucutan senjata dan penarikan pasukan masih menjadi persoalan, sementara serangan Israel di Gaza terus terjadi meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka, berdasarkan data Palestina. Informasi ini dikutip dari MetroTVNews.com.[dit]
