PDIP Gelar Peringatan Bung Hatta, Bonnie: Bagian dari Pendidikan Sejarah Publik

Menurut dia, konsep dwitunggal tidak hanya berkaitan dengan posisi Bung Karno sebagai Presiden pertama dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan dan kebersamaan yang dapat diteladani hingga saat ini.

“Peringatan kelahiran Bung Hatta di PDI Perjuangan yang sudah diselenggarakan rutin sejak 2020 berangkat dari spirit Dwitunggal Bung Karno-Bung Hatta,” ujarnya.

Bonnie mengatakan nilai-nilai yang ditunjukkan Bung Karno dan Bung Hatta antara lain kepemimpinan, gotong royong, kebersamaan, kesetaraan, serta keikhlasan dalam menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk kepentingan bangsa.

“Spirit itu mengedepankan leadership, gotong royong, kebersamaan, kesetaraan dan keikhlasan menyumbangkan pikiran dan tenaga demi kehidupan bangsa yang lebih baik sebagaimana ditunjukkan oleh kedua proklamator tersebut,” kata Bonnie.

Bonnie berharap kegiatan peringatan Bung Hatta dapat menjadi momentum untuk memperluas ruang diskusi mengenai gagasan kebangsaan, terutama di tengah tantangan Indonesia yang terus berubah.

Menurut Bonnie, mengenang Bung Hatta bukan sekadar melihat kembali perjalanan masa lalu, tetapi juga menjadikan pemikiran dan keteladanan para pendiri bangsa sebagai bahan refleksi untuk menjawab persoalan Indonesia masa kini.

Pernyataan tersebut disampaikan Bonnie setelah pagelaran naratif-musikal bertema “Membaca Bung Hatta: Membaca Ulang Perjalanan Kebangsaan Minangkabau” yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Padang, Minggu malam.

Kegiatan tersebut menghadirkan putri Bung Hatta, Halida Hatta, yang menyampaikan pidato politik mengenai pemikiran Bung Hatta, Bung Karno, kemerdekaan, kemandirian, serta pentingnya kemerdekaan dalam berpikir.

Kegiatan turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman, anggota DPR RI Fraksi PDIP Sigit Karyawan Yunianto, dan Wali Kota Padang Fadli Amran.

Exit mobile version