Kegiatan jalan sehat sekaligus aksi sosial tersebut dijadwalkan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bersama jajaran pemerintah daerah. Ribuan peserta dari masyarakat umum juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, mengatakan Munas VIII memiliki arti strategis bagi organisasi, tidak hanya sebagai forum evaluasi, tetapi juga sebagai ruang mempererat silaturahmi antarpengurus dan anggota.
“PSMTI hadir sebagai rumah besar yang senantiasa menjaga toleransi, merawat kebhinekaan dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Munas VIII ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja serta menyerap masukan konstruktif dari seluruh pengurus dan anggota di daerah,” ujar Wilianto Tanta.
Ia berharap keberadaan PSMTI dapat semakin dikenal masyarakat luas dan memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan Indonesia menuju 2045.
Ketua Panitia Munas VIII PSMTI, Peng Suyoto, turut mengapresiasi antusiasme para utusan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 30 provinsi serta 310 kabupaten/kota.
“Rangkaian tiga hari ini tersusun padat dan inklusif, mulai dari Rapimnas di Equity Tower, Munas VIII di RedTop Hotel, hingga aksi kemanusiaan Charity Walk di Bundaran HI bersama Gubernur DKI Jakarta,” kata Peng Suyoto.
Ia menilai kehadiran para tokoh nasional serta utusan dari ratusan kabupaten/kota menjadi gambaran soliditas organisasi untuk terus memperkuat peran PSMTI dan bergerak bersama masyarakat.
Melalui Munas VIII, PSMTI menegaskan komitmennya untuk terus merawat toleransi, memperkuat kebhinekaan, serta memperluas kontribusi sosial sebagai bagian dari upaya bersama menuju Indonesia Emas 2045.[Mut]
