Sejumlah korban dilaporkan mengalami mual, muntah, serta berbagai gejala lain yang menyerupai keracunan makanan.
Pemberitaan itu juga menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan kasus pertama yang terjadi dalam pelaksanaan program makanan gratis.
Pada minggu yang sama, terdapat sejumlah insiden lain dengan sekitar 1.000 orang tambahan yang disebut terdampak.
Sementara itu, Reuters pada 3 September 2026 melaporkan lebih dari 1.700 siswa dan guru jatuh sakit dalam kurun tiga hari akibat kasus yang dikaitkan dengan program makanan gratis tersebut.
Angka tersebut menjadi perhatian karena cakupan program MBG terus meluas.
Berdasarkan pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), total akumulatif korban yang diduga mengalami keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis sejak pertama diluncurkan pada Januari 2025 hingga September 2026 telah mencapai 43.838 orang.
Para korban tersebut tersebar di 36 provinsi. Data itu menunjukkan bahwa persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait pengawasan penyediaan, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.[dit]
