Trauma Bonding, Mengapa Korban Sulit Lepas dari Hubungan Beracun?

Trauma Bonding, Mengapa Korban Sulit Lepas dari Hubungan Beracun?/foto: Ilustrasi/@pixabay)

Di antaranya manipulasi psikologis seperti gaslighting, ancaman dan intimidasi, ketergantungan emosional atau finansial, minimnya dukungan sosial, pengalaman hubungan tidak sehat sebelumnya, hingga pola attachment tertentu.

Riwayat trauma masa lalu dan toxic positivity juga dapat membuat seseorang lebih sulit melihat hubungan secara objektif.

Namun, faktor tersebut tidak otomatis membuat seseorang mengalami trauma bonding karena setiap individu memiliki respons berbeda terhadap kekerasan dan manipulasi.

Bagaimana Cara Melepaskan Diri dari Trauma Bonding?

Proses keluar dari trauma bonding membutuhkan waktu. Langkah awal dapat dilakukan dengan mengenali pola hubungan yang merugikan, kemudian menceritakannya kepada orang yang dipercaya.

Membangun kembali dukungan sosial, menetapkan batasan sehat, serta berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater juga dapat membantu proses pemulihan.

Jika hubungan melibatkan ancaman atau kekerasan, keselamatan harus menjadi prioritas. Rencana untuk meninggalkan hubungan sebaiknya disiapkan secara aman, termasuk menyiapkan tempat berlindung, menghubungi orang tepercaya, dan menyimpan dokumen penting.

Alodokter menegaskan bahwa sulit berpisah atau masih merindukan pelaku bukan berarti seseorang gagal pulih. Pemulihan dapat berlangsung bertahap hingga rasa aman, kepercayaan diri, dan kendali atas kehidupan kembali terbentuk.[dit]

Exit mobile version