Sementara itu, pakar Transitions Research Nishant Sirohi mengatakan India tidak benar-benar membuang IWT. New Delhi hanya menangguhkan mekanisme kerja sama prosedural sebagai respons terhadap terorisme yang dianggap telah merusak kepercayaan terhadap perjanjian tersebut.
Persoalan pengelolaan air Pakistan disebut telah lama menjadi masalah domestik. Pada 2018, Michael Samuel dari Universitas Quaid-I-Azam Islamabad mencatat India telah memiliki sekitar 3.200 bendungan dan waduk, sedangkan Pakistan hanya sekitar 150.
Kunwar menilai lemahnya infrastruktur air Pakistan berkaitan dengan prioritas anggaran. “Kenyataannya, krisis ini diperburuk oleh tata kelola mereka sendiri,” ujarnya.
Dalam pembagian IWT, Pakistan memperoleh sekitar 80 persen aliran air Lembah Indus, sedangkan India sekitar 20 persen.
Kunwar pun meminta India tetap teguh sebelum membuka negosiasi ulang. “Sebelum negosiasi ulang IWT dapat dilakukan, India harus berdiri teguh menuntut Pakistan untuk terlebih dahulu memenuhi kewajibannya dalam memastikan semangat niat baik dan persahabatan yang bebas dari terorisme,” pungkasnya.[dit]
