FAKTANASIONAL.NET – Penerapan Sistem Pengawasan Terpadu (Integrated Surveillance System) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dipadu dengan infrastruktur mitigasi puluhan kilometer kini membentang di perbatasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Integrasi teknologi dan pendekatan kemasyarakatan ini berhasil menekan angka interaksi negatif antara gajah sumatra dan warga desa penyangga hingga nol kasus sepanjang Juli dan Agustus 2026 lalu.
Teknologi AI menjadi tumpuan utama dalam memantau kawasan perbatasan sepanjang 167 kilometer. Pengawasan terpusat di command center memanfaatkan kamera CCTV 360 derajat yang terpasang setiap satu kilometer di sepanjang garis batas.
“Kamera pemantau ini terintegrasi langsung dengan drone dan 38 kamera jebak (camera trap) yang tersebar di dalam belantara TNWK. Sistem yang kita bangun berbasis AI, artificial intelligence. Melalui sistem ini, kita bisa memproyeksi pergerakan gajah hingga mendeteksi kondisi kesehatannya, apakah kurang vitamin atau sedang sakit,” kata Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, Rabu (16/9).
Sriyanto menuturkan pengawasan digital terbukti ampuh menekan tindak kejahatan kehutanan. Selama enam bulan terakhir, sistem ini berhasil memfasilitasi tiga kali penangkapan pelaku perburuan dan kegiatan ilegal di dalam kawasan.
Pemasangan CCTV 360 derajat juga menyelesaikan ancaman perusakan alat pemantau, di mana sebelumnya 38 dari 52 kamera jebak sempat dibakar atau diambil kartu memorinya oleh oknum tak bertanggung jawab.
Selain memantau satwa, dashboard digital yang dikembangkan bersama mahasiswa dan alumni Universitas Lampung (Unila) mampu mendeteksi potensi kejahatan dan aktivitas warga di sepanjang perbatasan, termasuk mengidentifikasi kendaraan tanpa pelat nomor serta aksi balap liar.
“Sejak awal saya tegaskan, seluruh kegiatan ini harus menguntungkan masyarakat, dan saat ini progres keseluruhan telah mencapai 82 persen,” kata dia.
Menurutnya, presiden Prabowo Subianto sendiri menginstruksikan merestorasi ekosistem infrastruktur di TNWK untuk menekan interaksi negatif manusia dan gajah.
“Perputaran dana proyek yang mencapai ratusan miliar rupiah ini memberikan suntikan ekonomi langsung bagi warga desa penyangga,”kata dia lagi.
