Daerah  

AMPUN… Pelajar Batui 5, Sulteng Harus Seberangi Sungai Tiap Sekolah

Kondisi pelajar di Batui 5, Kabupaten Banggai, Sulteng, saat berangkat dan pulang sekolah. Foto: Instagram

Pun jika musim kemarau, dan para pelajar menyeberangi sungai, maka mereka basah kuyup. Pakaian mereka kering di badan, menjelang mereka pulang sekolah. Jadi, selama belajar di sekolah mereka dalam kondisi pakaian basah.

Pihak sekolah pun kerap mengambil langkah antisipasi ketika hujan deras. Salah satunya memulangkan siswa lebih awal agar mereka dapat menyeberang sebelum debit air meningkat.

“Belum waktu pulang sekolah. Tapi karena hujan deras kami berinisiatif kasi pulang, kami kawal sampai pinggir sungai, ternyata di sebelah sungai orang tuanya sudah menunggu,” tutur Jumrah.

Ini lebih praktis dan enak bagi semua pelajar dan guru. Karena, mereka cuma setengah sekolah. Tidak sekolah penuh. Jadi, mereka lebih senang.

BACA JUGA

Gaji Guru 2027 Tak Naik, Pemerintah Alihkan Fokus ke Sekolah dan Program MBG

Menurutnya, kondisi tersebut bukan persoalan baru. Sejak sebelum dirinya mengajar di SMPN Satap Batui 5, belasan tahun lalu, siswa sudah harus melewati sungai setiap hari untuk mengakses sekolah.

Jumrah berharap pemerintah segera membangun jembatan agar para siswa dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.

“Buatkan jembatan atau apa saja itu yang penting anak didik saya bisa ke sekolah tanpa melewati air sungai,” harapnya.

Tentu saja, kondisi ini masih sangat terbelakang. Masih seperti masyarakat zaman purba. Sangat jauh dari cita-cita Indonesia Emas. (*)

Exit mobile version