Pembatalan penerbangan Malaysia Airlines MH158 pada rute Kuala Lumpur-Madinah menjadi penyebab penundaan tersebut. Akibatnya, para calon jemaah harus menunggu kepastian perjalanan berikutnya sebelum dapat melanjutkan ibadah umrah ke Arab Saudi.
Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga menjelaskan bahwa tidak terdapat penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah dari bandara tersebut pada hari kejadian.
Pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi. Langkah ini dilakukan seiring kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada perjalanan udara menuju Arab Saudi.
Rentetan serangan kelompok Houthi di wilayah Arab Saudi menjadi latar belakang situasi yang memengaruhi perjalanan tersebut. Meski penerbangan dari Makassar menuju Kuala Lumpur tetap berjalan, pembatalan rute lanjutan membuat puluhan calon jemaah umrah belum dapat berangkat sesuai rencana.
Penundaan ini berdampak langsung pada 53 calon jemaah yang menggunakan layanan perjalanan PT Mudah Menuju Baitullah. Kepastian keberangkatan mereka selanjutnya bergantung pada perkembangan penerbangan lanjutan dan koordinasi dengan pihak maskapai.[dit]
