Hukum  

KontraS Cium Potensi Manipulasi, Desak Puspom TNI Buka Identitas Penyerang Andrie Yunus

/Dok. Amnesty.id

FAKTANASIONAL.NET – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengkritik keras lambannya penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Dimas menyoroti ketertutupan informasi sejak kasus ini bergulir di ranah militer.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Senayan, Selasa (31/3/2026), Dimas memaparkan bahwa Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sebenarnya telah mengidentifikasi empat terduga pelaku sejak 19 Maret 2026.

Namun, hingga kini identitas mereka belum dibuka ke publik.

Kekhawatiran Akan Manipulasi Hukum

Baca Juga: Kasus Air Keras Andrie Yunus: Komisi III DPR Buka Peluang Bentuk TGPF dan Bakal Panggil KontraS

Ketertutupan ini dinilai KontraS sebagai celah berbahaya dalam penegakan hukum yang dapat mencederai rasa keadilan korban.

Dimas menegaskan bahwa tanpa transparansi, proses hukum rentan diintervensi.