FAKTANASIONAL.NET – Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa intensitas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terpantau masih sangat tinggi hingga Selasa (9/6/2026).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki Herman Yosep M Boro membenarkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan selama beberapa hari terakhir.
“Sesuai laporan kami, intensitas erupsi sampai saat ini masih cukup tinggi,” kata Herman Yosep M Boro.
Ia menjelaskan bahwa rentetan aktivitas vulkanik tersebut merupakan kelanjutan dari fase letusan yang sudah berlangsung sejak Jumat pekan sebelumnya.
Berdasarkan data rekaman pada Senin (8/6/2026) gunung tersebut mengalami delapan kali letusan dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 800 hingga 1.500 meter di atas puncak.
Peningkatan aktivitas letusan berlanjut pada Selasa dini hari hingga siang hari dengan total enam kali letusan yang menyemburkan abu setinggi 600 hingga 1.500 meter.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi hingga saat ini masih menetapkan status aktivitas vulkanik gunung tersebut pada level Siaga.
Status kesiagaan ini masih dipertahankan mengingat letusan dahsyat yang pernah terjadi pada November 2024 lalu sempat memaksa belasan ribu warga untuk mengungsi.
Pihak pos pengamatan dengan tegas melarang masyarakat maupun wisatawan untuk mendekati pusat letusan demi menghindari risiko fatal.
“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi,” kata dia.
Masyarakat luas diimbau untuk tetap tenang dan hanya memercayai arahan resmi dari pemerintah daerah setempat guna menangkal peredaran informasi hoaks.
Petugas juga mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman bahaya aliran lahar hujan apabila kawasan puncak gunung diguyur hujan dengan intensitas lebat.
Aliran lahar tersebut berpotensi menerjang sejumlah desa di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu langsung ke puncak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Daerah yang masuk dalam zona rawan ancaman aliran lahar hujan meliputi wilayah Dulipali Padang Pasir Nobo Nurabelen Klatanlo Hokeng Jaya Boru dan Nawakote.
Masyarakat yang bermukim di kawasan rawan tersebut diminta untuk segera meningkatkan tingkat kewaspadaan terutama ketika hujan deras mulai turun.
Warga yang daerahnya terdampak langsung oleh paparan hujan abu vulkanik diwajibkan untuk selalu menggunakan masker atau penutup hidung saat beraktivitas di luar ruangan.
“Penggunaan masker penting untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,” kata dia.











