Pj Bupati Barito Utara Didampingi Sekda Barut, Jalani Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan III tahun 2024 di Itjen Kemendagri

Terkait dengan penanganan stunting di Barito Utara, angka stunting berdasarkan hasil survey terbaru (hasil intervensi serentak) sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 dari jumah 9180 balita yang diukur, hanya sekitar 400an balita yang stunting.

“Alhamdulillah, kalau dilihat dari angka stunting di Barito Utara justru jauh turun menjadi 4,4 persen kalau di ukur dari sana dibandingkan dengan hasil SKI. Dimana hasil stunting kita berada pada angka 15,03 persen,” kata dia.

Angka tersebut sebenarnya bisa dipertanggungjawabkan dan betul-betul berdasarkan hasil dari pengukuran dan penimbangan bayi-bayi yang ada di Barito Utara. Ini merupakan upaya yang dilakukan bersama-sama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara, terutama tim penanggulangan stunting Kabupaten Barito Utara.

Terkait dengan indikator kemiskinan, Pj Bupati Barito Utara menjelaskan, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Barito Utara sudah semakin berkurang jumlahnya, dimana sebelumnya dari ribuan kepala keluarga (KK) menjadi 205 KK.

“Tentunya ini berkat upaya yang dilakukan oleh teman-teman seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan didukung DPRD Barito Utara, dimana kita sudah menggelentorkan anggaran-anggaran bantuan sosial, juga bantuan pangan dan juga berbagai program termasuk diantaranya adalah bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah dilakukan beberapa tahun lalu dan tahun ini juga dianggarkan sedemikian rupa,” jelas Muhlis.

Ia menambahkan, tahun ini ada bantuan untuk kebencanaan. Artinya kalau ada bencana kebakaran, langsung diberikan oleh pemerintah daerah kepada korban dan warga yg terdampak.

“Besar bantuan dengan kisaran bantuan sekitar Rp25 juta sampai Rp.28 juta setiap rumah,” pungkas dia.***