Puan juga mendorong peningkatan hubungan antar masyarakat kedua negara melalui pertukaran kunjungan generasi muda dan kerja sama pendidikan.
Ia menekankan bahwa Indonesia dan Papua Nugini adalah kekuatan ekonomi besar di Pasifik, sehingga kerja sama antar-parlemen dapat berdampak signifikan bagi kemakmuran kawasan.
Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan antara kedua negara meningkat rata-rata 9,2%, sehingga pembahasan Preferential Trade Agreement (PTA) menjadi penting.
Puan menggarisbawahi bahwa meskipun ini adalah hari-hari terakhir DPR RI periode 2019-2024, semangat untuk bekerja sama dengan parlemen Papua Nugini tetap tinggi.
Puan juga mencatat tantangan yang dihadapi selama menjalankan diplomasi parlemen dalam lima tahun terakhir, termasuk krisis global seperti pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan isu kemerdekaan Palestina serta pemberdayaan perempuan dalam politik.
Usai dialog, pertemuan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama antara DPR RI dan Parlemen Papua Nugini. MoU ini mencakup kesepakatan untuk saling kunjung antara pimpinan parlemen, dukungan dalam forum internasional, serta peningkatan kapasitas legislatif. [asp]
