Hukum  

Penangkapan 321 WNA Terduga Otak Judi Slot, Haidar Alwi: Polri Presisi Selamatkan Ekonomi Keluarga Indonesia!

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Cendekiawan dan Dewan Pembina Ikatan Keluarga Alumni ITB, Ir. R Haidar Alwi mengungkapkan bahwa transformasi digital yang dilakukan Polri semakin berbuah hasil.

Terbaru, Korps Bhayangkara berhasil mengungkap jaringan judi online internasional yang diumumkan Bareskrim Polri pada 9 Mei 2026, setelah operasi penindakan pada 7 Mei 2026 di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.

“Ini menjadi salah satu bukti paling nyata bahwa transformasi Polri di era digital terus menunjukkan hasil yang membanggakan,” kata Haidar Alwi, Minggu (10/5/2026).

Dalam operasi tersebut, Polri mengamankan 321 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara Asia, menyita ratusan perangkat elektronik, paspor, perangkat jaringan, serta uang tunai sekitar Rp1,9 miliar dan sejumlah mata uang asing.

Bahkan Polri terus mengembangkan pengungkapan kasus ini. Sekitar 75 domain yang diduga digunakan untuk menjalankan jaringan perjudian daring lintas negara kini tengah ditelusuri.

“Dari penelusuran itu akan diungkap struktur jaringan, aliran dana, dan aktor intelektual di balik operasi tersebut,” jelas Haidar.

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) ini menegaskan, peristiwa yang dibongkar Polri ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap bangsa Indonesia telah berubah secara mendasar.

Kejahatan modern tidak lagi selalu hadir dalam bentuk konvensional, tetapi berkembang menjadi sistem digital yang terorganisasi, memanfaatkan teknologi, bergerak lintas negara, dan mampu menguras kekayaan masyarakat secara senyap.

Ia menyebut judi online (judol/slot) merupakan salah satu ancaman paling destruktif karena menghancurkan ekonomi keluarga, memicu utang, mengganggu kesehatan mental, serta mengalirkan uang rakyat ke jaringan kriminal internasional.

Jaringan kriminal lintas negara ini tentu saja tidak memiliki kepedulian sedikit pun terhadap masa depan bangsa. Banyak sekali korbannya, terutama kalangan rakyat menengah ke bawah.

Dalam situasi seperti ini, negara membutuhkan institusi kepolisian yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga unggul dalam cyber intelligence, digital forensics, analisis keuangan, dan kerja sama internasional.

Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care menilai keberhasilan ini merupakan bukti konkret bahwa transformasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berkembang menjadi arsitektur keamanan nasional yang semakin modern, adaptif, dan berkelas dunia.

Di era digital, kejahatan tidak lagi selalu membawa senjata. Ia hadir dalam bentuk server, algoritma, dan jaringan keuangan internasional yang bekerja diam-diam menguras harapan masyarakat.

Menurut Haidar, ketika Polri mampu membongkar operasi yang melibatkan ratusan warga negara asing dan menelusuri jejak digital lintas negara, sesungguhnya yang sedang dijaga bukan hanya penegakan hukum, tetapi kedaulatan digital Indonesia.

“Inilah manifestasi Presisi, yaitu titik ketika ilmu pengetahuan, teknologi, dan integritas bertemu menjadi sistem perlindungan nasional yang bekerja secara cerdas, cepat, dan terukur,” tegas Haidar Alwi.

Dari sinilah terlihat bahwa pengungkapan kasus ini bukan sekadar keberhasilan operasional, melainkan penanda bahwa Polri telah tumbuh menjadi institusi keamanan modern yang mampu membaca ancaman global dan meresponsnya dengan standar profesionalisme yang semakin tinggi.

Presisi Kapolri Menjadi Fondasi Transformasi Polri.

Visi Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yaitu Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, tampak nyata dalam pengungkapan ini.

Prediktif tercermin dari kemampuan Polri mendeteksi pola aktivitas mencurigakan.

Exit mobile version