“Kesejahteraan guru adalah bagian penting dari agenda nasional untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Ketika guru sejahtera, mereka akan lebih termotivasi untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas,” jelas Cucun.
Selain kesejahteraan, ia juga mendorong program pelatihan dan pendampingan berkala untuk meningkatkan kapasitas profesional guru. Hal ini penting untuk memastikan guru mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memberikan pembelajaran yang relevan bagi siswa.
Menurut laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, hanya 29% siswa Indonesia yang memiliki pola pikir berkembang (growth mindset). Cucun menilai guru memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir ini melalui metode pengajaran yang inovatif.
“Guru yang terus belajar adalah kunci perubahan positif bagi siswa. Pemerintah perlu bekerja sama dengan semua pihak untuk mendukung peningkatan kapasitas guru,” imbuhnya.
Sejalan dengan tema HGN 2024, Guru Hebat, Indonesia Kuat, Cucun berharap para guru di Indonesia dapat bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan etika tinggi untuk mencetak generasi unggul masa depan.
“Kami percaya guru adalah kunci utama pendidikan bangsa. Dengan bekerja sama antara pemerintah, DPR, dan masyarakat, guru yang berkualitas akan melahirkan generasi cerdas untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.[dnl]
