Perang Dagang AS-China Memanas: Trump Naikkan Tarif Impor Hingga 125% dan Dunia Terancam Dampaknya

Eskalasi Perang Dagang AS-China/(ilustrasi/@pixabay)

Hal ini membuat kebijakan dagang AS terlihat tidak konsisten dan diskriminatif. Akibatnya, mitra dagang utama AS merasa dikesampingkan, yang pada akhirnya bisa melemahkan posisi tawar AS dalam perdagangan internasional.

Sementara itu, China mengambil langkah berbeda. Alih-alih menutup diri, Beijing justru menyatakan komitmennya untuk membuka pasar domestik lebih luas kepada dunia, menjadikan dirinya sebagai alternatif bagi negara-negara yang kecewa dengan pendekatan proteksionis Washington.

Perang dagang ini telah berubah menjadi perebutan pengaruh global antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Kedua negara tidak hanya saling menaikkan tarif, tetapi juga mencoba mengeksploitasi kelemahan satu sama lain dalam upaya memperkuat posisi masing-masing.

Dalam pernyataan resmi, pemerintah China menegaskan bahwa dunia perlu menolak hegemoni dan menegakkan keadilan, yang secara tersirat ditujukan untuk menantang dominasi AS.

Dengan intensitas konflik dagang yang semakin meningkat, pertanyaannya kini adalah: Apakah dunia siap menghadapi dampak jangka panjang dari ketegangan ini, atau justru akan lahir tatanan ekonomi global yang baru?[dit]

Exit mobile version