Opini  

Penyelidikan Mayat dalam Kardus Paket di Bandung

Ilustrasi Harian Disway

FAKTANASIONAL.NET – Berbalut kardus paket, mayat perempuan ditemukan warga di dekat gedung bekas pabrik di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa pagi, 1 September 2026. Kata saksi, itu dibuang dua pria pakai troli di situ. Jelas pembunuhan. Polisi menyelidiki.

ADA saja cara pembunuh membuang mayat korban. Cara itu sepertinya dilakukan terburu-buru. Lokasinya di pinggir jalan utama. Di depan sebuah bangunan bekas pabrik. Dua pria yang membuangnya, kata saksi, naik mobil sejenis pick up.

Mayat dalam Kardus Paket (halaman 8)

Saksi bernama Mukhtar, 30, kepada polisi bersaksi, awalnya ia melihat dua pria mendorong troli berisi kardus besar itu. Didorong dari arah jalan utama menuju ke celah sempit di dekat gedung bekas pabrik itu.

Mukhtar kepada polisi: “Kardus ini digelinding-gelindingin pakai troli. Terus dibuang di sini. Saya curiga, terus saya samperin. Tapi dua laki laki itu cepat pergi menuju mobil seperti pick up yang berhenti di pinggir jalan.”

Jadi, penemuan bungkusan itu oleh warga tidak lama. Setelah Mukhtar melihat dua pria itu kabur, ada orang yang jalan lewat situ juga curiga pada bungkusan tersebut. Mereka berkerumun di situ. Kardus dikorek-korek. Lalu, sebuah tangan manusia menyembul dari sambungan bungkusan. Warga lapor polisi.

Tim polisi tiba, mengolah TKP. Kardus dibuka polisi, tampaklah mayat perempuan. Usia diperkirakan sekitar 30 tahun. Masih berpakaian, tapi sudah bau busuk. Tim Inafis polisi menyatakan, berdasarkan pemeriksaan luar mayat, ada lebam bekas hantaman benda tumpul pada kepala mayat.

Mayat segera dikirim ke RS untuk diperiksa. Polisi memintai keterangan warga.

Kardus bungkusan itu mirip paket sebesar manusia. Kardusnya masih ada stiker seperti halnya paket barang. Kardus diikat tali rafia warna merah.

Tidak cukup kuat keterangan warga, tim polisi memeriksa beberapa CCTV di sekitar situ. Penyelidikan dilakukan intensif dan cepat. Pergerakan polisi seolah beradu cepat dengan pergerakan pelaku melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Colong Motor Cuma Semenit, Terpantau CCTV

Hasil penelitian beberapa rekaman CCTV sudah diumumkan polisi, Selasa malam, 1 September 2026. Lumayan mengarah ke sosok pembuang bungkusan tersebut. Dua pria kini diperiksa.

Kanit Reskrim Polsek Babakan Ciparay Iptu Eka, kepada wartawan, Selasa, 1 September 2026, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan penelusuran rekaman CCTV, diketahui sosok dua pria itu.

Eka: “Hasil penyelidikan sementara, dua pria pembuang bungkusan itu naik mobil jenis L300 warna hitam. Mereka sedang kami periksa. Yang satu inisial D, satunya lagi sopir L300 yang disewa oleh D.”

Si sopir adalah pegawai toko bahan bangunan di kawasan Dungus Cariang, Bandung. Ia disewa D untuk mengantarkan barang ke Lampung. Barangnya, ya bungkusan kardus besar itu. Setelah disepakati harga, si sopir mau mengantarkan barang tersebut. Bungkusan dinaikkan ke mobil L300. D dan sopir berangkat.

Eka: “Kenyataannya, setiba di Jalan Soekarno-Hatta, si sopir menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia mengatakan ke D, membatalkan pengiriman. Sopir minta barang diturunkan di pinggir jalan, saat itu juga.”

Seketika, D dan sopir cekcok. Mereka berantem. Namun tak lama, mereka sepakat membuang bungkusan di TKP penemuan dekat bangunan bekas pabrik itu. Sampai di sini sinkron dengan kesaksian warga yang melihat dua pria membuang bungkusan tersebut.

Eka: “Si sopir mengatakan, sejak ia mengangkat bungkusan menaikkan ke mobil, ia mencium bau busuk pada kardus. Ia curiga. Lalu di tengah jalan ia batalkan ke Lampung.”

Polisi hanya memeriksa D dan sopir. Mereka belum tersangka. Sebab, identitas mayat belum diketahui polisi. Juga, penyebab kematian masih diteliti.

Polisi sudah bertindak hati-hati. Meskipun mereka yakin, bahwa itu pembunuhan.

Proses Pembunuhan Driver Taksi Online di Deli Serdang

Dalam kriminologi, identitas korban adalah kunci pertama untuk membuka pintu kejahatan. Setelah identitas korban diketahui, bakal terungkap segalanya. Antara lain, kehidupan korban sebelum meninggal, keluarganyi, pekerjaannyi, relasi, orang terakhir bersamanyi, konflik, aktivitas terakhir.

Dari situ peta investigasi polisi terpampang lebar. Polisi tinggal menelusuri lebih lanjut. Sampai, diketahui identitas pelakunya.

Exit mobile version