Nathalie Holscher Terseret Kontroversi Saweran Miliaran di Kelab Malam Sidrap

Nathalie Holscher/(Instagram)

Diskusi ini memunculkan pertanyaan: apakah praktik hiburan malam harus diatur lebih ketat agar sesuai dengan nilai lokal?

Menanggapi sorotan publik, Nathalie menegaskan dalam unggahannya bahwa ia hanya memenuhi undangan tampil dan langsung meninggalkan lokasi setelah acara usai.

Mengenai saweran, ia menganggapnya sebagai bentuk apresiasi wajar dari sebagian pengunjung kelab, bukan merupakan praktek politik atau promosi pemerintah daerah.

“Kalau diminta mempromosikan Sidrap, saya siap, tapi ini berbeda dong,” tegas Nathalie. Ia juga menyatakan kekecewaan karena namanya terseret isu protes keberadaan kelab malam, padahal fokus perdebatan adalah model hiburan itu sendiri, bukan performanya.

Sebagai penutup, polemik ini membuka ruang diskusi soal batas apresiasi seni dan norma lokal. Ke depan, kolaborasi antara pelaku hiburan, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil diperlukan untuk merancang mekanisme apresiasi yang sehat dan selaras dengan nilai budaya Sidrap.[dit]