Saat rupiah menguat, IHSG sempat dibuka hijau namun bergejolak dan pada pukul 09.46 WIB melemah 0,22% ke level 6.425. Volatilitas ini mencerminkan rotasi portofolio investor antara aset saham dan obligasi.
Indeks obligasi naik 0,11%, sementara imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun menurun stabil di 6,95%, membuat instrumen fixed income semakin menarik.
Kombinasi rupiah kuat dan yield SBN yang kompetitif berpotensi memikat aliran modal baru, menstabilkan pasar keuangan domestik dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, penguatan rupiah dan reli pasar obligasi memberikan ruang bagi investor untuk menyeimbangkan portofolio.
Namun, tetap waspada terhadap data ekonomi global dan kebijakan moneter utama yang dapat memengaruhi aliran modal ke Indonesia.[dit]
