Daging sapi AS sebenarnya sudah menghadapi keterbatasan pasokan akibat cuaca kering yang berlangsung bertahun-tahun, menekan jumlah ternak ke level terendah sejak 1950-an.
Harga brisket AS sempat melonjak hampir 50% antara Mei 2024 dan Maret 2025, sebelum kembali terangkat oleh tarif tinggi.
Sementara itu, ekspor daging sapi AS ke China yang biasanya mencapai US$125 juta per bulan kini menyusut drastis. Kehilangan akses pasar raksasa ini menjadi gambaran betapa perang dagang dapat mengguncang rantai pasok global.
Perubahan menu Home Plate BBQ di Beijing menjadi barometer kecil, namun sangat nyata, betapa kebijakan tarif dapat mendongkrak harga dan mengubah preferensi konsumen.
Dengan ekonomi China yang melambat, konsumen semakin sensitif terhadap harga, memaksa restaurateur mencari alternatif lokal maupun negara ketiga untuk menjaga operasi tetap berjalan.[dit]










