JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Setiap tanggal 22 April, masyarakat dunia bersatu merayakan Hari Bumi sebagai momentum menguatkan kesadaran dan aksi nyata untuk menjaga kelestarian planet.
Diinisiasi pada 1970 oleh Senator AS Gaylord Nelson, acara ini kini melibatkan lebih dari 190 negara dengan ragam kegiatan dari kampanye penanaman pohon hingga kampanye pengurangan sampah plastik.
Melalui Hari Bumi, publik didorong memahami dampak perubahan iklim, polusi, dan eksploitasi sumber daya alam.
Kesadaran ini diharapkan memicu kebijakan hijau di tingkat pemerintahan, inovasi energi terbarukan, hingga praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari‑hari.
Bertepatan dengan krisis limbah dan pencemaran udara pada era 1970‑an, Hari Bumi pertama kali digelar untuk mendorong legislasi lingkungan di Amerika Serikat.
Sejak 1990, peringatan ini melebar ke kancah internasional, melibatkan organisasi non‑pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas lokal. Setiap tahun tema berbeda diangkat, misalnya “Restore Our Earth” yang menekankan pemulihan ekosistem.
Cara Praktis Mendukung Pelestarian Lingkungan











