FAKTANASIONAL.NET – Langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam merombak struktur organisasi militer dengan membentuk 37 Kodam, 15 Kodaeral, dan delapan Pasmar menjadi sinyal kuat arah pertahanan Indonesia.
Kebijakan strategis ini dinilai sebagai perwujudan nyata dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kedaulatan negara di atas segalanya.
Dalam dinamika global yang kian tak menentu, penguatan postur militer dianggap sebagai kebutuhan mendesak bagi sebuah negara besar.
Pengamat intelijen Amir Hamzah dalam keterangannya pada Selasa 21 April 2026, menekankan bahwa Presiden Prabowo memandang militer bukan sekadar beban anggaran, melainkan investasi eksistensial.
Strategi ini menunjukkan pergeseran paradigma bahwa kekuatan diplomasi harus selalu ditopang oleh kekuatan tempur yang kredibel.
Tanpa otot militer yang kuat, sebuah bangsa akan rentan terhadap tekanan ekonomi, politik, bahkan intervensi ideologi dari kekuatan asing yang mencoba mengganggu stabilitas nasional.











