Daya Beli Melemah di Kuartal I-2025: Tantangan Konsumsi dan Gejolak Pasar Modal

Daya Beli Melemah di Kuartal I-2025: Tantangan Konsumsi dan Gejolak Pasar Modal/(ilustrasi/@pixabay)

Tidak hanya konsumsi, pasar modal Indonesia juga turut mengalami tekanan. Dalam 30 hari pertama kuartal I-2025, terjadi dua kali trading halt — sebuah catatan yang terakhir kali muncul saat pandemi Covid-19 lima tahun lalu.

Dana asing keluar mencapai Rp 6,8 triliun, memukul sentimen investor domestik. Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons dengan melonggarkan aturan buyback saham, menurunkan batas Auto Rejection Bawah (ARB), dan merevisi mekanisme trading halt agar lebih adaptif terhadap koreksi ekstrem.

Meski situasi saat ini penuh volatilitas, ada sinyal optimisme: distribusi dividen jumbo oleh BUMN dan masuknya nama-nama global seperti Ray Dalio di dewan pengawas Danantara, sovereign wealth fund nasional.

Penundaan tarif AS selama 90 hari oleh pemerintahan Trump juga memberi ruang bernapas bagi negosiasi dagang. Di saat investor ritel banyak yang memilih menunda, Henan Asset menyarankan mengadopsi strategi investasi jangka panjang serta mengevaluasi aset undervalued dengan prospek pemulihan. Volatilitas ini bukan hambatan, melainkan bagian dari ritme strategi investasi.[dit]

Exit mobile version