JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Perjalanan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 menunjukkan dinamika yang cukup menantang. Momen Ramadan, yang selama ini menjadi tulang punggung lonjakan konsumsi nasional, justru mencatat penurunan signifikan.
Proyeksi Kementerian Perhubungan menyebut jumlah pemudik tahun ini turun hingga 24% dibandingkan 2024, menandakan lesunya mobilitas masyarakat.
Sementara itu, data think-tank CORE Indonesia mencatat penjualan ritel merosot sebesar 12,28% selama Ramadan 2025. Kondisi ini jelas menurunkan daya beli masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran akan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Faktor turunnya mobilitas dan daya beli umat Muslim pada bulan suci Ramadan tahun ini dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia, stigma inflasi tinggi, serta kekhawatiran akan gejolak politik dalam negeri membuat masyarakat cenderung menahan pengeluaran. Sektor ritel – yang sejatinya menjadi barometer konsumsi rumah tangga – mencatat kontraksi yang cukup dalam, khususnya pada segmen fesyen dan barang elektronik.
Hal ini memaksa pelaku usaha melakukan strategi diskon ekstra untuk memancing minat beli.
