JAKARTA, FAKTANADIONAL.NET – Pada perdagangan Jumat (16/5/2025), harga emas global mengalami penurunan signifikan, mencatatkan performa mingguan terburuk sejak November 2024.
Meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi faktor utama yang memicu aliran modal kembali ke aset berisiko, menekan permintaan terhadap logam mulia.
Harga emas di pasar spot terdepresiasi 1,1% ke level US$ 3.200 per ons, sedangkan kontrak berjangka di AS turun 1,2% ke US$ 3.187,2 per ons.
Sepanjang pekan, koreksi harga mencapai sekitar 4%, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 3.500,05 per ons akibat eskalasi perang tarif.
Kesepakatan jeda 90 hari antara Washington dan Beijing untuk merundingkan penyelesaian konflik dagang memantik optimisme pasar. Investor pun memanfaatkan momentum untuk mengambil untung (profit taking) pada emas dan beralih ke saham, yang tercermin dari reli di bursa Wall Street.







