Selanjutnya, ujung cell dilas dengan end plate and sensing block camp assembly untuk memastikan sambungan kokoh dan aman.
Semua proses dijalankan otomatis dengan pengawasan ketat, menjamin konsistensi mutu setiap modul baterai.
Tahap BSA menyusun beberapa modul BMA menjadi satu paket baterai utuh. Modul dimasukkan ke dalam lower case, diisi gap filler untuk meredam panas, dan ditutup dengan upper case.
Paket kemudian menjalani serangkaian uji konsumsi daya, efisiensi pengisian, hingga kestabilan arus listrik. HEI memproduksi dua varian: Standard Range (160 cell) untuk jarak menengah, dan Long Range (216 cell) untuk perjalanan lebih jauh.
Dalam satu shift, pabrik HEI mampu merakit hingga 27 paket baterai, menegaskan efisiensi tinggi dalam proses produksi.
Dengan seluruh proses—dari sel baterai hingga perakitan kendaraan—berlangsung di Indonesia, Hyundai dapat menghadirkan EV yang lebih terjangkau dan sesuai kebutuhan konsumen lokal.
Ini sekaligus memastikan kontrol kualitas yang lebih ketat dan keamanan optimal bagi pengguna EV Hyundai di Tanah Air.[dit]
