Di sisi lain, Ishak mengingatkan soal saham Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Pemerintah Provinsi Sumsel yang ditanam di jalan tol tersebut.
Namun dengan kondisi jalan yang rusak dan exit tol yang belum dibuka, terangnya keuntungan yang diharapkan tak kunjung datang.
“Kalau jalan ini bagus, kita daerah dapat pemasukan. Tapi kalau seperti ini terus, uang saham itu lebih baik dikembalikan saja ke APBD,” tuturnya.
Ishak berharap pemerintah pusat segera memperbaiki sistem pengawasan proyek jalan tol, termasuk memprioritaskan pembukaan exit tol yang sudah lama selesai dibangun agar mendongkrak potensi ekonomi daerah.
“Kita juga minta lubang-lubang segera diperbaiki, lampu jalan diperbanyak, rambu dan drainase diperhatikan, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” pintanya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa Komisi V akan terus mengawal agar Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol benar-benar terpenuhi.
“Kalau SPM saja tidak bisa dicapai, lalu di mana tanggung jawab kita pada rakyat?” pungkas Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.[zul]











