Di Inggris, indeks FTSE 100 bergerak naik tipis 0,1%. Tren serupa juga terlihat di kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup dengan penguatan 0,3%, dan Kospi Korea Selatan naik sebesar 0,6%.
Penguatan di bursa Jepang dan Korea Selatan ini tidak lepas dari upaya negosiasi dagang kedua negara tersebut dengan AS sebelum tarif baru diberlakukan pada awal Agustus mendatang.
Berbeda dengan tren positif di sebagian besar Asia, pasar saham China justru bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi cukup dalam sebesar 1,1%, diikuti oleh pelemahan tipis Indeks Shanghai Composite sebesar 0,1%. Namun, pelemahan di China tidak menular ke pasar domestik.
IHSG menunjukkan kekuatannya dengan ditutup naik 0,57% atau 39,52 poin ke level 6.943,9. Hal ini membuktikan bahwa fundamental pasar modal Indonesia masih cukup kuat untuk menahan sentimen negatif regional dan mampu bergerak seirama dengan optimisme pasar global.[dit]











