INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Di tengah rencana serangan baru ke Kota Gaza, secercah harapan diplomatik muncul saat Israel secara resmi mempertimbangkan proposal gencatan senjata yang diajukan Hamas.
Tawaran yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar ini membuka peluang jeda kemanusiaan selama 60 hari. Keputusan dari kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari mendatang, menempatkan nasib perundingan dan para sandera di ujung tanduk.
Momen ini menjadi sangat krusial, karena dapat menentukan arah konflik selanjutnya, apakah menuju eskalasi militer yang lebih besar atau jeda yang sangat dibutuhkan.
Inti dari proposal ini adalah pertukaran sandera dengan tahanan Palestina. Hamas menawarkan pembebasan 10 sandera yang masih hidup beserta 18 jenazah. Sebagai imbalannya, mereka menuntut pembebasan 200 tahanan Palestina dari penjara Israel, yang mencakup perempuan dan anak di bawah umur.











