Ia juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi agar birokrasi Jakarta lebih transparan dan adaptif, serta tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“APBD 2025 memang besar, sekitar Rp92 triliun. Tapi kita tidak bisa hanya mengandalkan itu. Cara kerja harus lebih kreatif, efisien, dan terbuka,” kata Gubernur Pramono.
“Sejak hari pertama menjabat, saya berkomitmen memimpin perubahan ini seperti dirigen orkestra. Saya percaya ASN Jakarta adalah yang terbaik, dan bersama kita bisa mendorong transformasi kota,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan bahwa profesionalisme dan integritas ASN menjadi kunci tata kelola pemerintahan. Perubahan, menurutnya, harus dimulai dari kebiasaan kerja sehari-hari, seperti disiplin rapat tepat waktu dan kewajiban 64 ribu ASN Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
“Yang perlu diubah adalah kebiasaan dan karakter. Disiplin adalah fondasi. Dengan integritas ASN, tata kelola Jakarta akan semakin baik,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan menilai tema yang diangkat dalam kunjungan tersebut sangat relevan dengan misi Lemhannas. Menurutnya, Jakarta bisa menjadi model nasional dalam pembangunan SDM unggul.
“Jakarta memiliki indeks pembangunan manusia tertinggi di Indonesia. Pengalaman ini akan jadi inspirasi berharga bagi peserta Lemhannas, terutama dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.[zul]
