Guncangan dirasakan cukup kuat di Kecamatan Semaka dan Wonosobo. Dampaknya, 14 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan pada satu rumah kategori berat serta 13 rumah kategori ringan. BPBD setempat langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan kaji cepat.
Sementara itu, pembaruan data pascagempa bermagnitudo 5,7 yang mengguncang Banyuwangi, Situbondo, hingga Bali pada Kamis (25/9) mencatat sebanyak 550 jiwa terdampak.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dilaporkan, namun sebagian warga yang rumahnya rusak mengungsi sementara ke kediaman keluarga.
Tim BNPB di bawah pimpinan Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Agus Riyanto telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Situbondo dan pemerintah daerah pada Sabtu (27/9).
Situasi kini terpantau kondusif. Puskesmas siaga 24 jam, dan dapur umum akan beroperasi tiga hari ke depan.
Hasil asesmen menunjukkan 137 rumah rusak dengan rincian 56 rumah rusak berat, 20 rusak sedang, dan 61 rusak ringan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyalurkan bantuan perbaikan berupa material bangunan, sementara BNPB mendistribusikan dukungan darurat berupa 50 unit tenda keluarga, 1 tenda pengungsi, 200 paket sembako, 100 matras, 100 selimut, dan 100 terpal.
BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim, serta kemungkinan gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana, serta terus memperbarui informasi resmi dari BNPB, BPBD, maupun BMKG.[zul]







