Sementara itu, BNPB melaporkan 53 orang meninggal dunia akibat ambruknya bangunan empat lantai tersebut. Selain itu, enam korban masih menjalani perawatan intensif, 97 orang telah pulih, dan satu orang dinyatakan tidak memerlukan perawatan medis.
Tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan tubuh manusia yang kini tengah diidentifikasi oleh tim DVI Polri di RS Bhayangkara Surabaya.
Budi menegaskan, tragedi ini merupakan bencana dengan korban terbanyak sepanjang 2025. Ia berharap peristiwa tersebut menjadi momentum perbaikan pengawasan pembangunan serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
“Ini harus jadi pelajaran bersama agar tidak ada lagi korban akibat kelalaian konstruksi,” tegasnya.[zul]











