FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi dalam periode pemantauan 30 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang masih mendominasi di beberapa wilayah Indonesia.
Adapun yang pertama adalah peristiwa banjir di Desa Puspanegara, Kecamatan Citeurep, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/4). Kejadian ini berdampak pada sekitar 52 kepala keluarga atau 168 jiwa. Sampai hari ini, Jumat (1/5), ketinggian muka air telah menurun di bawah 50 cm dan sebagian warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing, seiring situasi dan kondisi serta penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor yang semakin baik.
Selanjutnya di Provinsi Jawa Tengah, banjir terjadi di Kota Semarang, pada Kamis (30/4), dan berdampak pada 1.165 jiwa dari 426 kepala keluarga (KK). Menurut hasil asessmen Kota Semarang, banjir ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Semarang Raya, hingga menyebabkan Sungai Pengkol dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Plumbon meluap.
Banjir kemudian turut diperparah setelah tanggul di DAS Plumbon jebol karena kehilangan kemampuan menampung debit air yang terus naik. Akibatnya, lima kelurahan di tiga kecamatan pun terendam dengan rincian meliputi: Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo di Kecamatan Tugu, Kelurahan Meteseh dan Rowosari di Kecamatan Tembalang, serta Kelurahan Wates di Kecamatan Ngaliyan.
Banjir sempat memaksa 102 jiwa mengungsi di masjid dan balai rukun warga di Meteseh, namun hari ini mereka telah kembali ke rumah masing-masing seiring banjir yang berangsur surut.
Masih di provinsi yang sama, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai petir dan angin kencang melanda wilayah Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo dan Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali di Kabupaten Boyolali, Kamis (30/4). Bencana ini berdampak kepada 123 jiwa dari 38 KK, yang mana sebagian warga mengungsi dan kondisi saat ini masih dalam penanganan oleh BPBD Kabupaten Boyolali.
Berikutnya, peristiwa angin kencang di Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4), telah menyebabkan 19 kepala keluarga terdampak, termasuk dua orang mengalami luka ringan. Sebanyak 19 rumah mengalami kerusakan ringan di bagian atap setelah disapu angin kencang.
BPBD setempat bersama unsur terkait telah turun memberikan pendampingan penanganan darurat dan memberikan dukungan kebutuhan dasar kepada warga terdampak. Situasi saat ini berangsur kondusif.











