“Susu dalam MBG tidak hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menghidupkan ekonomi desa. Peternak lokal kini memiliki pasar yang stabil dan berkelanjutan,” ujar Khairul.
Lebih lanjut, ia menyebut MBG sebagai implementasi nyata dari 8 Program Hasil Terbaik Cepat (HTC) pemerintahan Prabowo–Gibran, salah satunya berupa penyediaan makan siang dan susu gratis bagi pelajar dan santri.
“MBG bukan sekadar program gizi, melainkan bukti komitmen pemerintah untuk menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Setiap gelas susu yang diminum anak sekolah adalah investasi bagi masa depan bangsa,” tambahnya.
BGN memastikan pelaksanaan MBG terus dijalankan dengan prinsip gizi seimbang, transparansi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Selain berperan dalam menurunkan angka stunting, program ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat berbasis pangan lokal.
“Susu dalam MBG merupakan simbol sederhana dari perubahan besar — dari kebijakan gizi menuju gerakan nasional untuk mencerdaskan bangsa,” tutup Khairul.[Zul]










