Politisi Muda PDIP Gaungkan Semangat 70 Tahun KAA Sebagai Titik Berangkat Tatanan Dunia Baru

Dia menambahkan, forum ini juga menjadi kesempatan untuk menyuarakan pembelaan terhadap bangsa-bangsa yang menghadapi kolonialisme jenis baru, seperti yang dialami oleh rakyat Palestina.

Sementara itu, politisi muda PDIP lainnya, Ilham F. Wiratmaja menyoroti berbagai krisis global yang sedang terjadi sebagai alasan pentingnya menghidupkan kembali semangat KAA 1955.

“Dunia ini sedang mengalami suatu krisis luar biasa, dari mulai ancaman iklim, kemudian konflik geopolitik global ada Palestina, Ukraina, dan ada hampir 100 lebih konflik bersenjata di seluruh dunia, belum lagi transformasi sosial yang juga dipicu oleh beberapa disrupsi teknologi,” papar Ilham.

Menurutnya, krisis-krisis ini mengarah pada satu pertanyaan mendasar, yakni dunia seperti apa yang sebenarnya kita inginkan ke depan.

Dia pun melihat semangat KAA sebagai legacy yang dapat ditawarkan sebagai sistem nilai untuk tatanan dunia baru.

“Kita semestinya sekarang menganggap bahwa Konferensi Asia Afrika atau Bandung Conference ini bukan lagi sebagai nostalgia, tapi sebagai titik berangkat untuk menata dunia baru,” tegas Ilham.

Sebagai informasi, Konferensi Internasional yang dihadiri perwakilan dari lebih 30 negara ini akan berlanjut dengan rangkaian diskusi di beberapa kota, termasuk Surabaya, Blitar, dan Yogyakarta, hingga 3 November mendatang, untuk mendorong suara negara-negara progresif Asia Afrika lebih didengarkan di panggung global.