Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Wait and See Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

Presiden Trump pada hari Rabu mengindikasikan keinginan untuk mengurangi tarif terhadap produk-produk China. Namun, ia memberikan syarat agar Beijing berkomitmen membatasi aliran bahan kimia prekursor yang digunakan untuk membuat obat-obatan terlarang seperti fentanil. Sentimen positif dari rencana pertemuan ini sebelumnya sempat mengangkat harga minyak.

Sinyal Kebijakan Moneter The Fed AS

Selain faktor geopolitik, pasar minyak juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter dari Amerika Serikat. Federal Reserve (The Fed) AS memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya pada hari Rabu, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, bank sentral AS memberi sinyal bahwa ini mungkin menjadi pemangkasan terakhir untuk tahun ini.

Claudio Galimberti, kepala ekonom Rystad Energy, menilai keputusan The Fed ini positif bagi komoditas. Menurutnya, langkah The Fed menunjukkan perubahan arah kebijakan menuju dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi, bukan pengetatan. “Ini menjadi kabar positif bagi komoditas yang sensitif terhadap aktivitas ekonomi seperti minyak,” ujarnya.[dit]